“Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau membenci semua orang yang melakukan kejahatan.” (Mazmur 5:6)
Apa betul bahwa BAPA tidak bisa membenci? Sebuah pertanyaan yang akhir-akhir ini saya perdebatkan dengan sesama saudara seiman di dunia maya. Saya tidak mencoba menyalahkan dia, akan tetapi saya uji lagi dengan Firman ALLAH dengan satu kata ini: Benarkah? Ternyata, berdasarkan ayat di atas, BAPA pun bisa membenci, akan tetapi bukan tanpa alasan. Mau tahu alasannya?
Mari kita perhatikan ketiga kata kunci pada Mazmur 5:6 yaitu pembual, membenci, kejahatan
1. Pembual, di dalam bahasa ibraninya Halal, yang berarti agung, semarak, indah, mempesona, terhormat. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan kata halal, namun jika kita mencoba untuk meninggikan diri sendiri, kita tidak akan bertahan di hadapan BAPA. Karena hanya BAPA lah empunya keagungan dan semarak. Hanya BAPA lah yang terindah dari segala macam hal di dunia maupun di surga. Jika kita, manusia, mencoba meninggikan diri kita sendiri.. dalam segala macam hal, maka BAPA akan rendahkan… tanpa direndahkan pun, kita tidak akan bertahan di hadapan BAPA ketika kita mencoba menyombongkan diri kita sendiri.
2. Membenci, di dalam bahasa ibraninya Sane, yang berarti membenci, namun definisi bahasa ibrani lebih mempertajam lagi dengan definisi membenci secara intensif dan berulang-ulang. Artinya, BAPA selalu membenci dosa, BAPA selalu membenci kejahatan, BAPA selalu membenci segala sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendakNya. Segala macam kejahatan, segala macam dosa.. itu membuat makhluk yang dikasihiNya semakin jauh dari hatiNya dan ini artinya semakin jauh dari kasih BAPA.
3. Kejahatan, di dalam bahasa ibraninya adalah Awen. Artinya ketiadaan, kehampaan, kekosongan, kejahatan, kesalahan, penyembahan berhala, kesia-siaan. Setiap orang yang berbuat dosa, walau pada awalnya menyenangkan untuk melakukannya, akan tetapi lama kelamaan akan menuntun orang ke dalam kehampaan. BAPA benci hal ini karena ketika kita berada di dalam kehampaan, itu berarti kita semakin jauh dari kasihNya. Sebuah definisi yang sangat komprehensif, dan itu menunjukkan sebuah alasan mengapa BAPA membenci dosa… semata-mata karena itu membinasakan manusia yang dikasihiNya.
Apakah anda mau menggali lebih dalam lagi apa saja definisi kejahatan itu? Kata ibrani Awen memiliki sebanyakk 11 sinonim kata yang akan menjelaskan kepada kita lebih lanjut apa saja jenis kejahatan yang dibenci oleh BAPA:
1. Chatta = Salah sasaran. Jika BAPA menginginkan kita menuju kepada titik atau sasaran A, namun pada akhirnya kita mengarah kepada sasaran B. Apakah itu sebuah dosa? Ya! memang! Sebuah kenyataan yang sungguh-sungguh membuat kita terkejut. Salah sasaran, salah mengerti, salah tujuan, adalah dosa, dan hal ini BAPA benci. Kenapa? Karena semakin tersesat seseorang, peluang untuk jauh dari BAPA semakin besar. Karena itu koreksilah diri kita masing-masing apakah kita, di dalam menjalani hidup ini: Salah mengerti kehendak BAPA, Salah tujuan, Salah pilihan, dsb? Jika ya, hendaklah kita bertobat dan berusaha mencari tahu kehendak BAPA yangs sejati
2. Shagah = error. Pernah memakai komputer yang sedang error? Bagaimana reaksi kita? Pekerjaan kita tersendat jadinya bukan? Nah kira-kira inilah yang BAPA rasakan ketika kita tersendat di dalam melakukan kehendak BAPA. Biasanya, kedagingan kitalah yang membuat semuanya menjadi error. Karena itu, belajarlah untuk mematikan kedagingan kita melalui pertolongan Roh Kudus.
3. Pesha = Pemberontakan, pelanggaran. Karena alasan ini, iblis dan antek-anteknya dibuang dari surga. Memberontak, berarti menyangkal keadulatan ALLAH dan itu berarti membenci BAPA dan segala pekerjaanNya. Jika kita sempat mengucapkan “BAPA tidak adil”, maka kita sudah melakukan Pesha ini. Karena itu bertobatlah di dalam doamu.
4. Awah = Bengkok. Hati-hati di dalam menafsirkan Firman ALLAH dan kehendak BAPA. Sudah banyak saya temui orang-orang model begini, dan tanpa sadar ia sudah berlaku bengkok. Orang seperti ini biasanya: Sembarangan menafsirkan Firman ALLAH, sembarangan menyebut nama BAPA, sembarangan hidupnya alias tidak tertib. Bertobatlah dan berlakulah sesuai dengan ketepatan Firman ALLAH di jalan yang lurus.
5. Amal = Beban, pekerjaan dosa. Dosa membuat kita terbeban, apalagi pekerjaan yang berkaitan dengan dosa. Yesus berkata “Marilah, datanglah kepadaku yang berbeban berat, letih dan lesu, Aku akan memberi kelegaan kepadamu”. Hanya Yesus yang sanggup mengangkat beban kita dan menanggung dosa kita karena Ia telah mati di kayu salib untuk menanggung segala dosa kita.
6. Avar = Memasuki daerah terlarang. Artinya memasuki daerah terlarang secara sembarangan tanpa BAPA perintahkan. Contoh: Diskotik, tempat WTS. Biasanya anak TUHAN terlalu inisiatif datang ke tempat seperti itu tanpa BAPA suruh dengan alasan menginjili. Nyatanya, justru merekalah yang ‘diinjili’. Wajar, karena BAPA belum perintahkan. Karena itu berusahalah peka untuk segala tempat yang BAPA tidak menghendaki untuk kita datang ke dalamnya.
7. Ra’ = Jahat. BAPA bertolak belakang dengan kejahatan, karena itu, BAPA membencinya.
8. Rasha = Jahat, salah, terkutuk. Banyak yang terkutuk di dunia ini, dan semoga bukan kita salah satunya
9. Ma’al = Pengkhianat. Yudas adalah salah satunya. Janganlah menambahi lagi pengkhianat di dunia ini
10. Bagad = Penipu, baik itu menipu sesamanya maupun orang lain. BAPA adalah BAPA yang tidak penipu, bapa segala dusta hanyalah iblis.
11. Asham = Kesalahan. Jangan anggap remeh sebuah kesalahan. Kesalah kecil bisa menjadi kesalahan besar, dan kesalahn besar bisa menyebabkan turunnya standar, dan turunnya standar mengakibatkan kita tidak alayak datang ke hadapan BAPA. Karena itu saudara ku yang terkasih di dalam Kristus, segeralah minta ampun ketika kita berbuat kesalahan, mumpung semuanya belum terlambat.
Nah, cukup banyak definisinya bukan? Ini membuktikan bahwa manusia benar-benar tidak dapat menyombongkan dirinya di hadapan BAPA karena memang kita tidak layak. Kita sekalian adalah pembuat kejahatan, namun karena iman kepada Yesus, kita semua diselamatkan dan dilayakkan… tetapi ingatlah, itu semua bukan karena kita saleh atau karena perbuatan kita semata. Hanya karena Yesus kita dilayakkan untuk datang kepada BAPA.
Silahkan direnungkan, semoga posting ini memberi berkat dan pencerahan kepada anda semua sehingga anda mampu menjadi terang di sekitar anda.
sumber: http://jadilahterang.blogspot.com